bandara

Minangkabau, kami datang

Saturday, January 26, 2013


Semester lima resmi selesai tanggal 15 Januari 2013, dan artinya kami sudah beranjak tua dewasa ! Rutinitas dan kewajiban setelah selesai menunaikan UAS adalah pulang kampung. Kembali ke pangkuan bumi minang. Dengan izin Yang Maha Kuasa, keadaan diciptakan begitu luar biasa kami gadis rantau ber-7 orang pulang basamo.

Berangkat dari Jatinangor jam 12 malem tanggal 16 Jan alhasil nyampe bandara kepagian, jam 03.00 dini hari. Terimakasih bapak travel telah sukses menelantarkan kami di saat jin masih bikin candi. Sampai dengan selamat di bandara dengan muka bantal dan kasur karena ngantuk tidak tidur sepersekian detikpun !

Sembari menunggu untuk bisa check-in, jangan pernah lewatkan sedikitpun kesempatan untuk tersenyum di depan kamera. Cam kan itu !

basko

Gondoriah Beach, pantai ramai kurang terawat

Sunday, January 13, 2013


Liburan semester kemaren (iya, ini postingnya telaaatt banget) setelah rencana sikuai gagal padahal udah jualan ta'jil pas ramadhan buat ngumpulin uang, kami (saya, tria, rezky) memutuskan untuk mengunjungi pantai di kawasan Pariaman, Pantai Arta. Duluuu banget saya ke sini pas belum tau apa-apa, masih kecil waktu belum tau jomblo itu apa. Dan baru akhirnya ke sini lagi pas udah jomblo.

Berhubung karena dua pejalan (tria dan rezky) kuliahnya di Padang, jadilah akhirnya saya berangkat dari rumah sehari sebelum kita eksekusi pantai. Sampai di Padang saya langsung di todong untuk ditraktir makan, rejeki emang ga bakal kemana.

Tempat makannya asyik sih, di pinggir pantai yang sebelumnya saya pikir itu tempat buat orang - orang pacaran ga bener aja. Soalnya, yang punya tempat makan itu manggilin orang kaya germo yang maksa banget nawarin anak asuhnya. Ini beberapa view yang bisa dinikmati :



Keesokan harinya....

friendship

Cerocok beach dengan sejuta kebahagiaan

Thursday, February 16, 2012

Hello, I'm back (again) hehe
Yeah, ini hari ke-tiga gue menghirup udara Jatinangor (lagi). Setelah liburan yang cukup panjang kemaren, sekarang gue balik ke sini dengan semangat baru untuk menggapai impian-impian gue di tahun - tahun berikutnya. Dimulai dengan semester ini yang baru akan dimulai senin depan, tapi Alhamdulillah semanga gue udah menggebu - gebu. Bendera semangat telah berkobar dan genderang perang telah ditabuh.

Mungkin karena sudah lebih sebulan di rumah dengan berbagai kegiatan - kegiatan yang menurut saya seru. Ketemu ayah, ibu, adek gue tiap hari, kadang nganter sama jemput ibu gue di sekolah. Dan ketemu temen  - temen SMA gue. We got a great Holiday.

Hari pertama, kami bertemu di salah satu tempat makan di satu-satunya mall yang terintegrasi dengan hotel di kota Padang. Horee, habyb ikuuuttt \o/


Besoknya, kita berangkat ke Pantai Carocok. Selanjutnya biarkanlah foto yang banyak berbicara :

nyampe di pantai cerocok
full team cewe kece

abis nge-banana boat yang pertama






view dari bukit langkisau emang yahud

Add caption







Nge-banana boat sekali berasa kurang dengan rute pendek dan ombak yang relatif kecil. Pada bilang ga dapet feel-nya, adrenaline nya ga terpacu. Pada songong emang. Akhirnya minta lagi tu, terus di kasih deh rute panjang ngelilingin pulau dan dengan dua kali jatoh. Gokil !








Yang kedua baru keren, jatuh pertama di tengah laut dengan ombak yang lumayan kenceng. Udah kaya orang - orang terdampar yang terombang - ambing di lautan dalam. Tsailaaaahh, gaya bener. Nah, pas ngelilingin pulau itu seru abis, ombaknya gede dan udah beberapa kali mau kebalik.

Puas banget, liburan ini menyenangkan. Semangat untuk liburan selanjutnya :*

friendship

17, akankah kita bisa kembali menjadi kita

Monday, November 28, 2011

entah angin apa yang membawa aku sampai pada daily life kepunyaanmu. mungkin ini skenario Tuhan untuk aku atau mungkin kita. ketika kita yang sekarang tak lagi seperti dulu, tembok selapis yang kini seperti baja besi yang tak akan memantulakan suara apapun. pintu yang berjarak centimeter pun hanya sebagai lobang angin yang tidak lagi saling kita kunjungi. tawa yang dulu kita rangkai bersama, cerita panjang yang dulu kita ulas tanpa kenal waktu. histeria tentang beragam hal yang kita teriakkan. seakan semuanya sirna seperi diterjang badai, yang tersisa hanya pilu, dingin, dan bisu.

masih berbekas memang peristiwa malam itu, pangkal dari segala ketidak nyamanan yang sekarang kita rasakan. lidahku seakan kelu, bahkan untuk memanggil namamu. langkahku seakan tertahan untuk mengunjungi mu, bahkan bibirku saja seakan malu untuk melontarkan senyum. aku bahkan memilih menghindar sebisanya aku menghindar dari pertemuan wajah kita. ini asing, bukan ini yang aku harapkan. bukan ketidak nyamanan seperti sekarang yang aku inginkan.

mungkin jangkal ketika aku harus bercerita di sini, berharap agar dalam waktu dekat kau membaca ini atau mungkin suatu saat, ketika semuanya sedikit terlambat. tapi setidaknya kau tau.

kita merasa benar dengan pilihan kita, dan bumerang ini yang kemudian menghancurkan kenyamanan yang beberapa hari sebelumnya kita bicarakan. entah kapan dinding ini kembali menjadi dinding, entah kapan tawa kita bisa menyat kembali. aku merindukanmu, sosok dibalik pintu 17.

bahkan di hari ulangtahunmu pun aku menjadi pengecut, semua yang sebelumnya sudah aku pikirkan hanya berakhir di secarik kertas merah di depan pintumu. maaf. aku benar - benar menginginkan semua kembali hangat, entah aku harus bagaimana.




Instagram