ekspresi

New Hobby, New Experience

Monday, January 14, 2013

Jadi ceritanya lagi menggebu-gebunya belajar gambar, biar bisa punya tempat untuk meluapkan emosi. Karena selama ini saya kalo gambar pasti kalo ga ancur ya orang-orang ngiranya itu pasti bikinan anak balita yang baru megang pensil.

Nah pas ke toko buku nemu buku panduan menggambar manga yang kece banget. Jadilah semangatnya semakin membara, saya nemu buku panduan menggambar ini pas lagi baca-baca buku trik sulap yang juga pengen saya beli biar bisa satu show sama Demian. *muka ngeces*

Hari pertama, itu buku ga saya sentuh sama sekali bahkan belum dikeluarin dari kantong belanjaan. Besok  malemnya, saya seakan dipertemukan dengan hal-hal inspiratif yang benar-benar bikin semangat banget buat nge-sketch . Saya ketemu blognya @mutialhanan. Itu karya-karyanya bener-bener bikin ngiri abisssss.

Sketch Book & Tutorial Book
 Coba sini liat hasil oretan akuhh :*

basko

Gondoriah Beach, pantai ramai kurang terawat

Sunday, January 13, 2013


Liburan semester kemaren (iya, ini postingnya telaaatt banget) setelah rencana sikuai gagal padahal udah jualan ta'jil pas ramadhan buat ngumpulin uang, kami (saya, tria, rezky) memutuskan untuk mengunjungi pantai di kawasan Pariaman, Pantai Arta. Duluuu banget saya ke sini pas belum tau apa-apa, masih kecil waktu belum tau jomblo itu apa. Dan baru akhirnya ke sini lagi pas udah jomblo.

Berhubung karena dua pejalan (tria dan rezky) kuliahnya di Padang, jadilah akhirnya saya berangkat dari rumah sehari sebelum kita eksekusi pantai. Sampai di Padang saya langsung di todong untuk ditraktir makan, rejeki emang ga bakal kemana.

Tempat makannya asyik sih, di pinggir pantai yang sebelumnya saya pikir itu tempat buat orang - orang pacaran ga bener aja. Soalnya, yang punya tempat makan itu manggilin orang kaya germo yang maksa banget nawarin anak asuhnya. Ini beberapa view yang bisa dinikmati :



Keesokan harinya....

family

Aku tegar, bukan?

Thursday, November 15, 2012


                Menjadi tegar bukan berarti tidak boleh merasakan gamang, bukan? Menempuh jalan untuk seutuhnya bisa dewasa bukan berarti tidak boleh merasakan kesedihan, iyakan? Emosi hati tidak sepenuhnya bisa ditolak, dan saat ini ketika kerinduan dan air mata mengucur bukan berarti aku gagal melewati fase untuk menjadi manusia yang lebih baik, benarkan?
                Berbicara jujur pada diri sendiri sampai saat ini masih terus aku pelajari, memang ada masa di mana aku masih saja menentang apa yang sebenarnya hati ini ungkapkan. Aku masih saja terus menolak ketika hati berusaha untuk menyudutkan bahwa aku bukan sekokoh yang selama ini aku pikirkan. Aku rapuh, di tengah aku selalu berusaha meyakinkan bahwa aku tidak.
                Siapa yang bisa menolak kerinduan mendalam pada sosok yang selama ini terus menjadi inspirasi dan alasan kenapa aku masih bertahan di tengah hingar – bingarnya dunia dengan senyuman? Manusia mana yang bisa dengan masa bodoh mengikis cinta yang selama sembilan belas tahun ini terus tumbuh perlahan meninggi pada sosok yang dengan tulus menyemangati? Aku selalu lemah bila dihadapkan pada kondisi ini. Saat di mana aku merindukan bau khas untuk dipeluk, wajah jahil untuk ditatap, kedewasaan luar biasa yang membuat kenyamanan. Aku selalu gagal memperkuat tanggul untuk tidak meluapkan air mata ketika aku dengan pasti membayangkan kehangatan berada di sekililing orang – orang yang aku cintai dan senantiasa tulus mencintai. Cinta yang tak pernah luntur oleh waktu, cinta yang sudah mengalir sejak lama dalam darah, dan terus akan meninggi seiring bertambahnya helaan nafas. Aku rapuh ketika harus dihadapkan pada rindu yang bergejolak yang dibatasi oleh jarak.  
Sincerely, your daughter, your sister.  

Instagram